Pada dasarnya kolam tambak dibentuk untuk lahan tempat komoditi perairan budidaya. Umumnya di Indonesia sendiri kolam tambak sering dipakai untuk budidaya udang. Sebetulnya ada beberapa jenis kolam tambak yang dipakai masyarakat Indonesia, dan yang lebih sering dipakai adalah kolam tanah langsung. Kolam tanah dipakai karena tidak memerlukan biaya yang mahal.
Jika kita baru pertama kali atau mengenal kolam tambak pasti kita akan mengira semua kolam terlihat sama. Ternyata, ada beberapa jenis kolam tambak yang ada. Berikut ini 4 jenis kolam tambak yang ada di Indonesia yakni tambak ekstensif, semi intensif, intensif dan super intensif.
Berikut Ini Penjelasan ke 4 Tambak Tersebut
Ekstensif
Tambak ekstensif adalah tambak tradisional yang dimana tambak ini paling banyak digunakan oleh petambak Indonesia. Metode tambak ektensif ini dikenal memiliki tebar yang rendah, sehingga memiliki tingkat produktifitas yang renah juga. Walaupun begitu, tingkat perawatan tambak ini juga terbilang mudah serta risiko udang terkena penyakit juga kecil. Padat tebar tambak ekstensif berkisar antara 3.000 – 8.000 ekor per ha. Panen yang didapat tambak ekstensif berkisar antara 300 – 2.000 kg.
Semi Intensif
Tambak semi intensif ini banyak terbilang cocok digunakan oleh petambak Indonesia. Sebab, tambak ini dapat menghasilkan panen besar namun dampak terhadap lingkungan pun relatif kecil. Padat tebar yang pas pada tambak Semi Intensif adalah 10.200 hingga 20.000 per ha, dengan hasil panen yang mencapai 3.000 ekor. Tambak ini juga terbilang mudah untuk mengontrolan karena padat tebar yang masih tidak terlalu rapat sehingga pencemaran air tidak mudah terjadi.

Intensif
Tambak intensif memiliki padat tebar yang terbilang cukup tinggi, yakni mencapai 20.000 hingga 50.000 ekor per ha. Tambak intensif ini biasanya langsung menggunakan kolam tanah. Tapi, ada juga yang menggunakan lapisan yang berfungsi untuk mengurangi tingkat erosi pada tanah. Tambak dengan jenis ini juga dibuat dalam hingga 1 meter lebih. Tujuannya adalah, untuk membuat udang bisa bergerak beba.
Tambak intensif ini menghasilkan limbah yang banyak akibat padat tebar yang tinggi. Akibatnya akan berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Limbah yang dihasilkan dari tambak intensif ini berasal dari tumpukan pakan yang mengandung C, N, dan P, yaitu senyawa yang merugikan.
Super Intensif
Super Intensif sama halnya dengan tambak intensif, hanya saja tambak ini ditingkatkan lagi menjadi lebih besar. Sehingga padat tebar juga ditingkatkan lagi dan petambak juga mendapatkan hasil panen yang lebih besar dari pada tambak intensif saja.
Untuk tambak super intensif ini juga membutuhkan biaya yang tidak terbilang murah karena untuk menunjang alat produksi tambak seperti asupan oksigen pada tambak. Setidaknya anda perlu menggunakan kurang lebih 10 kincir air, 5 turbo jet serta blower dengan daya hingga 5,5 Hp.
Kedalaman kolam tambak juga harus ditingkatkan lagi sekitar 270 cm agar udang tidak terlalu padat dan sesak.
Pada dasarnya setiap kolam tambak harus memiliki kincir air atau blower untuk kebutuhan pasokan oksigen di kolam tambak. Penggunaan kincir juga tidak hanya sebagai pasokan oksigen tetapi juga berfungsi untuk penyebaran pakan dan mengarahkan limbah ke dalam pembuangan. Ada berbagai macam spesifikasi kincir air yang dibutuhkan pada beberapa jenis tambak seperti kincir air 1 Hp 1 Phase, 2 Hp 3 Phase dll.
Kincirair.id bersama wangjia kincir air siap supplai kebutuhan alat produksi tambak ketempat anda. Kami siap membantu anda dalam kebutuhan tambak anda seperti kincir air, jet aerator, blower, pompa hingga pakan udang. Dengan harga spesial dan after sales yang terjamin kami sangat yakin bisa membantu anda dalam pengelolaan tambak anda.
Informasi mengenai produk dan harga hubungi WA kami atau tanyakan di Chat Online web ini.
One Comment on “Mengenal Jenis Kolam Tambak Dengan Tingkat Padat Tebarnya”