Tips Ekspor Udang Agar Tetap Segar
TAGS: ekspor udangkincir air tambakkincir air udangkincir air wangjiatambak udang vanameudang tambak

Ekspor udang ke pasar Internasional adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan besar. Tetapi, tidak semua udang dapat laku di pasar Internasional. Udang yang laku di pasar Internasional adalah udang yang segar atau udang yang masih hidup. Masalahnya untuk meneksor udang yang masih segar alias hidup ini sanagt susah apalagi dalam perjalanan antar negara. Oleh karena itu, kami akan memberikan tips untuk pengiriman hasil budidaya udang agar tetap segar dalam kondisi masih hidup.

 

Berikut ini cara yang cukup popular untuk menjaga kesegaran udang dalam kondisi hidup ketika pengiriman, yaitu dengan cara memingsankan udang. Udang akan terlihat seperti mati. Tetapi sebenarnya udang itu hanya tertidur selama dalam perjalanan.

 

Ada jug acara dengan cara lain, hanya saja penguluaran akan menjadi lebih besar. Cara ini dilakukan dengan memasukan udang ke dalam kantong plastik yang sudah di isi air laut, lalu sisi-sisi dari kantong tersebut akan diletakan es. Cara ini akan memerlukan biaya tambahan karena membutuhkan es yang banyak.

 

Sebetulnya, insang pada udang mampu menyimpan air yang mengandung oksigen terlarut. Inilah alasan mengapa udang dapat bertahan cukup lama walaupun udang tidak berada di dalam air.

 

Lalu bagaimana cara memingsankan udang?

 

Udang yang akan dipingsankan dipilih yang sehat alias tidak mengalami sakit dan tidak sedang ganti kulit. Udang tersebut dimasukan ke bak mandi yang berisi air bersih dengan suhu rendah dari pada air yang ada ditambak. Perbedaan suhu ini haruslah di angka 8 derajat celcius.

 

Suhu yang rendah akan mengakibatkan udang menjadi pingsan. Udang yang pingsan akan mengalami perubahan warna menjadi kehitaman khususnya akan terlihat jelas dibagian kaki dan bagian segmennya.

 

Untuk udang yang sudah dipingsankan , sebaiknya disiapkan juga tempat penyimpanan udang, yakni serbuk gergaji. Serbuk gergaji ini harus dipilih yang baik. Baik yang dimaksud adalah serbuk yang benar-benar kering dan tidak mengandung damar. Tetapi, sebelum dimasukan ke serbut, serbuk harus didinginkan di suhu 12-14 derajat celcius.

 

Serbuk yang tadi diratakan di dalam kardus setebal 3cm. Setelah itu, susun udang yang sudah pingsan dalam kondisi telungkup. Atur barisan secara selang-seling sampai memenuhi permukaan serbuk.

 

Lalu taburi lagi bagian atasnya dengan serbuk gergaji setebal 3cm. Selanjutnya, susun lagi udang pingsan di atas taburan serbuk gergaji tersebut. Pada bagian atas wadah sebaiknya diberi kardus es untuk menjaga suhu udang tetap rendah. Cara ekspor udang ini bisa membuat udang bertahan hidup selama 24 jam. RIsiko kematian udang pun hanya berkisar 12 persen. Jika sedang musim dingin, risiko udang mengalami kematian berkurang hingga 3 persen.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *