Pada Pengunjung Tahun 2019 para petambak udang dibuat sibuk oleh serangan berbagai penyakit yang terus berdatangan, selain penykait kotoran putih atau biasa disebut white faces disease (WFD) yang hingga kini masih saja menghantui para petambak udang. Penyakit Enterocytozoon Hepatopenasei (EHP) menjadi salah satu momok yang menakutkan para petambak saat ini.
Serangan EHP ini membuat para petambak mengalami kerugian. Karena, banyak udang ketika masa panen tiba memiliki ukura yang kecil dan ada juga udang yang mati karena virus ini. Virus ini membuat udang tidak bisa tumbuh besar, sehingga mengakibatkan FCR menjadi besar.
Udang yang tidak bisa bertumbuh besar ini akan merugikan petambak karena akan berdampak terhadap nilai profit yang didapatkan dalam berbudidaya udang menjadi terkoreksi. Penyakit EHP ini merupakan penyakit yang disebabkan karena mikrosporadia dan saat ini sudah banyak yang menyerang dan menjadi bencana di berbagai sentra tambak udang.
Efek yang ditimbulkan karena virus EHP ini adalah pertumbuhan udang yang tiba-tiba lambat, dan adanya perbedaan mencolok pada ukuran udang dalam satu kolam yang sama. Pada beberapa kasus tertentu, punggung udang akan terlihat berwana putih khususnya di bagian pencernaannya seperti ada bercak putih.
Pada umumnya nekrosis atau kerusakan jaringan otot pada udang ditandai dengan bercak putih pada otot yang terkena. Akan tetapi, memang ciri-ciri ini tidak tampak nyata secara kasat mata. Petambak bisa memeriksakan udang yang diindikasikan mengalami penyakit EHP tersebut ke laboratorium yang memiliki fasilitas pengecekan EHP melalui Polymerase Chain Reaction atau (PCR).
Berikut Cara Mencegah dan Menangani Udang Yang Terinfeksi EHP :
- Mengerti akan pemilihan bibit atau benur yang berkualitas. Artinya, bibit atau benur yang kita pilih setidaknya mempunyai record pengecekan yang baik secara PCR atau Screening yang ketat, Hal ini menjadi salah satu upaya pencegahan dini serangan virus IMNV yang berasal dari induk yang kurang berkualitas.
- Mengurangi tebar padat menjadi pilihan yang tepat. Hal ini dilihat faktor penyakit sedang mewabah atau outbreak di tempat lain.
- Perketat Biosecurity. Penguatan Biosecurity menjadi hal yang sangat penting terutama untuk menekan penularan virus IMNV.
- Pengecekan dasar tambak secara rutin. Hal ini bertujuan agar kita mengetahui secara cepat bila ada serangan virus EHP.
- Pentingnya penggunaan probiotik dan vitaman untuk mempertahankan serta mengelola kualitas air tambak. Dengan vitamin daya tahan udang menjadi kuat.
- Mengelola pakan yang baik, khususnya pada saat penyakit EHP sudah menginfeksi agar tidak terjadi loss pakan yang berlebihan mengakibatkan FCR tinggi.
- Management kualitas air terutama saat penambahan atau pergantian air agar mengurangi goncangan atau fluktuasi di water parameter quality, yang menyebabkan tidak nyamannya udang didalam kolam terutama saat penyakit sudah masuk ke system budidaya. Menjaga dominasi plankton juga perlu agar tidak terlalu blooming sehingga transparansi bisa di pertahankan di kisaran 40 cm.
Beberapa cara diatas tadi memang harus diambil untuk mengurangi risiko yang teralu tinggi dalam penanganan serangan virus tersebut. Untuk pengobatan sendiri saat ini belum ada obat khususnya benar-benar ampuh dalam menangani virus ini.
Kincirair.id siap supplai alat produksi tambak berkualitas dengan after sales yang terjamin. Kami tersedia berbagai spesifikasi kincir air dan pompa untuk menunjang kebutuhan tambak atau pemancingan anda dirumah. Informasi mengenai produk bisa langsung tanyakan melalui chat online atau bisa hubungi WA kami disini.