<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>udang vaname &#8211; KINCIRAIR.ID</title>
	<atom:link href="https://kincirair.id/tag/udang-vaname/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kincirair.id</link>
	<description>Pusat Penjualan Sarana Produksi Tambak</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jan 2021 09:12:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.13</generator>

<image>
	<url>https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/10/cropped-kincir-air-tambak-murah1-1-2-32x32.png</url>
	<title>udang vaname &#8211; KINCIRAIR.ID</title>
	<link>https://kincirair.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pertumbuhan Udang Dipengaruhi Padat Tebar di Bak Beton</title>
		<link>https://kincirair.id/2021/01/27/pertumbuhan-udang-dipengaruhi-padat-tebar-di-bak-beton/</link>
					<comments>https://kincirair.id/2021/01/27/pertumbuhan-udang-dipengaruhi-padat-tebar-di-bak-beton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kincirair]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2021 09:12:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[jual kincir air]]></category>
		<category><![CDATA[kincir air]]></category>
		<category><![CDATA[padat tebar udang]]></category>
		<category><![CDATA[padat tebar udang vaname]]></category>
		<category><![CDATA[udang vaname]]></category>
		<category><![CDATA[udang vanami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kincirair.id/?p=361</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat ini, kecenderungan produksi udang vaname di Indonesia mulai beralih dari sistem ekstensif atau biasa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2021/01/27/pertumbuhan-udang-dipengaruhi-padat-tebar-di-bak-beton/">Pertumbuhan Udang Dipengaruhi Padat Tebar di Bak Beton</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, kecenderungan produksi udang vaname di Indonesia mulai beralih dari sistem ekstensif atau biasa disebut tradisional menjadi ke arah intensif hingga supra intensif. Kepadatan udang yang dipakai untuk sistem intensif pada umumnya dimulai dari kepadatan 150 PL/m2 hingga 500 PL/m2. Untuk Supra Intensif sendiri, karakteristik pada tebarnya yang dipakai bahkan lebih dari 500 PL/m2/</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akan tetapi, dengan catatan bahwa penggunaan padat tebar yang tinggi dapat juga berpengaruh kepada carrying capacity lingkungan produksi untuk mendukung optimalisasi laju pertumbuhan udang. Beberapa para peneliti juga mengungkapkan bahwa penggunaan padat tebar yang tinggi dapat berdampak pada degradasi kualitas lingkungan, khususnya peningkatan akumulasi bahan-bahan organik yang bersifat toksis, seperti Ammonia dan Nitrit, meningkatnya pertumbuhan mikroorganisme patogen karena nitrogen &#8211; sebagai substrat untuk mendukung pertumbuhan &#8211; yang berasal dari faces dan sisa pakan yang tidak dikonsumsi juga meningkat, hingga kepada peluang terjadinya penyakit akibat frekuensi kontak antar udang yang lebih intensif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa hasil penelitian juga menjelaskan bahwa adanya kecenderungan laju pertumbuhan yang semakin menurun seiring dengan padat tebar yang semakin meningkat. Pada dasarnya, data-data ini didapat dari sistem produksi yang umum dipakai seperti penggunaan kolam tanah yang dilapisi oleh plastik HDPE dan kolam terpal. Hingga saat ini belum ada data penelitian yang menunjukan terjadinya kecenderungan yang sama untuk sistem pemeliharaan udang intensif di bak beton atau viton.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kali ini, kita akan mencoba melakukan evaluasi bagaimana efek penggunaan tebar padat intensif pada laju pertumbuhan udang vaname yang dapat dipelihara di bak beton atau viton. Tebar padat yang digunakan pada pengamatan kali ini ada 4 yaitu 300, 400, 500 dan 600 PL/m2.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Material dan Metode</strong></p>
<p>Penelitian ini dilakukan di fasilitas perbesaran udang di PT. Batam Dae Hae Seng. Benih udang vaname didapat dari PT. Suri Tani Pemuka. Serta di aklimatisasikan dan dipelihara di bak pendederan selama dua puluh hari hingga mencapai ukuran tebar yang diinginkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada proses awal penelitian, udang dengan berat rata-rata 0,3 ± 0,07 g dimasukan ke dalam bak pemeliharaan dengan ukuran 8x8x1m dengan empat padat tebar yang berbeda, yakni 300, 400, 500 dan 600 udang m2 selama masa produksi 65 hari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan delapan replikat untuk masing-masing padat tebar yang berbeda. Bak pemeliharan di suplai oleh media air laut dengan salinitas 30-33% yang dilengkapi dengan air disc fine bubble diffuser sebagai suplai oksigen utama dan <a href="https://kincirair.id/product-category/kincir-air/kincir-air-wangjia/">kincir air</a> 0,5 HP sebagai media tambahan sistem suplai oksigen terlarutnya. Pergantian air dilakukan dengan jumlah 5-10% selama masa pemeliharaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Manajemen Pakan</strong></p>
<p>Seluruh kolam pemeliharaan menggunakan jenis pakan yang sama dengan protein kasar 33-35% dan lemak 5%. Jumlah pakan yang diberikan bedasarkan estimasi pertambahan berat udang 1g per minggu, FCR 1.4 dan kematian mingguan sebanyak 3 %. Selama masa pemeliharaan, udang diberikan pakan sebanyak 6 kali sehari dan rasio disesuaikan dengan persentase berat udang yang dianalisa setiap minggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hasil Pengamatan</strong></p>
<p>Pada Tabel 1 disajikan data laju petumbuhan udang vaname yang dibudidaya di empat kepadatan berbeda, yakni 300, 400 dan 600 PL/m2. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa laju pertumbuhan udang yang dikultur dalam sistem ini terlihat semakin menurun ketika padat tebar ditingkatkan. Berat akhir, biomas dan homogenitas udang terlihat lebih baik di kepadatan 300 PL/m2 dibandingkan kepadatan 300, 500, dan 600 PL/m2.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasil ini mengkonfirmasikan hasil-hasil riset sebelumnya yang dilakkan dalam sistem pemeliharaan yang berbeda. Untuk nilai konversi pakan (FCR), tidak mengalami perbedaan yang nyata di semua perlakuan. Hal ini utamanya karena sistem manajemen pakan yang selalu disesuaikan berdasarkan hasil sampling yang dilakukan secara mingguan dan perhitungan tingkat keberhasilan udang vaname.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bedasarkan hasil diatas, jika pelaku usaha ingin mendapatkan hasil panen dengan quantity yang lebih besar, opsi untuk meningkatkan padat tebar dapat menjadi pilihan. Akan tetapi, hal ini harus juga memperhatikan kondisi carrying capacity lingkungan yang biasanya juga akan berdampak pada kualitas lingkungan yang pada akhirnya berdampak pada tingkat kelulusan hidup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses pergantian air dan manajemen lingkungan harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Penggunaan aplikasi untuk melakukan pemantauan kualitas air secara real time dapat dijadikan sebagai bagian dari sistem produksi karena dapat membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan yang tepat. Penggunaan aplikasi dan Internet of Things (IoT) dalam sistem Viton menjadi bagian dari SOP yang kita usulkan karena dpat membantu para pelaku usaha mengambil keputusan bedasarkan data-data yang tercatat dengan baik. Bedasarkan data pengamatan, optimalisasi produksi dapat dicapai melalui penentuan sistem manajemen produksi yang tepat dan optimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Tabel 1</h4>
<p>Data laju pertumbuhan udang (berat awal rata-rata 0,3±0,07 g) untuk empat perlakukan kepadatan yang berbeda. Nilai yang ditampilkan merupakan data rata-rata ± standar deviasi dari delapan replikat per perlakukan. Hasil dengan huruf superscript yang berbeda menunjukan perbedaan yang cukup nyata (P&lt;0.05) berdasarkan analisa statistic ANOVA yang diikuti oleh perlakuakn Tukey&#8217;s multiple comparison test.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" class="wp-image-362 size-full alignleft" src="https://kincirair.id/wp-content/uploads/2021/01/kincirair.id_.jpg" alt="tabel 1 kincirair.id" width="711" height="464" srcset="https://kincirair.id/wp-content/uploads/2021/01/kincirair.id_.jpg 711w, https://kincirair.id/wp-content/uploads/2021/01/kincirair.id_-300x196.jpg 300w, https://kincirair.id/wp-content/uploads/2021/01/kincirair.id_-600x392.jpg 600w" sizes="(max-width: 711px) 100vw, 711px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Informasi mengenai alat produksi sarana tambak bisa langsung menghubungi kami <a href="http://wa.me/6281219353080">di sini</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2021/01/27/pertumbuhan-udang-dipengaruhi-padat-tebar-di-bak-beton/">Pertumbuhan Udang Dipengaruhi Padat Tebar di Bak Beton</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kincirair.id/2021/01/27/pertumbuhan-udang-dipengaruhi-padat-tebar-di-bak-beton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Akan Bantu Pengembangan Budidaya Tambak Udang</title>
		<link>https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/</link>
					<comments>https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kincirair]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2020 08:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[kincir air tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[udang vaname]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kincirair.id/?p=292</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemenrintah yakin akan terus mendukung pengembangan usaha budidaya tambak udang vaname khususnya di daerah Muara...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/">Pemerintah Akan Bantu Pengembangan Budidaya Tambak Udang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemenrintah yakin akan terus mendukung pengembangan usaha budidaya <a href="https://kincirair.id/product-category/kincir-air/kincir-air-wangjia/">tambak udang</a> vaname khususnya di daerah Muara Gembong, Bekasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi para pengembang budidaya tambak udang di sana supaya dpat meningkatkan produktifitasnya dengan memberi pendampingan, dukungan pembiayaan, dan pengurusan perizinan serta peningkatan kapasitas SDM.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun untuk mendapatkan dukungan dan berbagai macam fasilitas alat produksi tambak seperti kincir air serta pembiayaan, para petani harus tergabung dalam lembaga koperasi. Pasalnya jika petani masih mengandalkan permbudidayaan tambak udang sendiri, hasil yang didapat tidak pernah mencapai skala industri. Dari sisi pemasaran mereka juga dipastikan akan jauh lebih sulit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita nggak bisa lagi jalankan usaha itu sendirian atau perorangan, kita harus bergabung bangun lembaga dalam bentuk koperasi agar kita mudah mendapatkan pembiayaan, market yang mudah. Tapi kalau produksi sendiri dalam jumlah kecil dan kualitas yang tidak stabil itu akan mempersulit diri,” tutur Teten dalam siaran pers, pada Selasa 17 November 2020.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teten menjelaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia adalah di sektor maritim termasuk budidaya sektor perikanan. Menurut data Food Agriculture Organization (FAO) sekitar 52% konsumsi produk perikanan di dunia berasal dari sektor budidaya. Dengan merujuk data tersebut, maka potensi bisnis di sektor budidaya perikanan dan budidaya udang kian menjanjikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami, siap untuk garap di sisi dihilirnya melalui penguatan kelembagaannya (koperasi) dan usahanya. Kami siap untuk mencarikan offtakernya, bisa BUMN bisa juga swasta,” kata Teten.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhi Prabowo, menyatakan bahwa pemerintah pusat siap memberikan dukungan pada Pokdakan Mina Mekar Sejahtera dengan memberikan bantuan awal berupa 3 unit eskavator untuk proses perluasan lahan tambak udang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak hanya itu, pihaknya siap memberikan dukungan pembiayaan awal sebesar Rp 10 miliar untuk biaya alat produksi budidaya tambak udang seperti kincir air, dan pakan udang. Jika nantinya Pokdakan Mina Mekar Sejahtera masih membutuhkan pembiayaan murah bisa mengajukannya ke Kemenkop UKM melalui BLU di bawah kewenangannya yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita tahun depan akan bawa 3 unit eksavator untuk keperasi ini, makanya segera bentuk koperasinya. Untuk masalah lahan menteri kehutanan udah oke. Lalu dair sisi modal kita siap berikan Rp 10 miliar dulu lewat BLU (Badan Pelayanan Umum) di KKP dengan bunga 3%, baru nanti kita lihat dulu seperti apa nanti pekembangannya,” ungkap Edhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menjamin agar pengembangan usaha budidaya udang vaname tersebut berjalan sesuai harapan, kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder terkait termasuk KemnkopUKM. Diingatkan pula, agar para petambak udang tetap memperhatikan lingkungan, seperti mengembalikan fungsi dari hutan mangrove dengan pemanfaatan lahan untuk tambak 60% dan tanaman mangrove 40% dari total 100 ha yang akan dimanfaatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami harap ini bisa dimanfaatkan untuk tambak udang dan mengembalikan fungsi dari hutan mangrove. Kami minta juga agar ada fasilitas IPAL sebelum airnya dikembalikan ke laut,” ucap Edhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu Ketua Pokdakan Mina Mekar Sejahtera, M. Ihsan, berharap komitmen pemerintah baik di tingkat daerah atau pusat benar-benar bisa direalisasikan. Pasalnya dalam rencana jangka pendek menengah pihaknya akan memperluas lahan produksi tambaknya hingga 100 ha atau menjadi 39 tambak dari yang ada saat ini sebanyak enam kolam tambak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami ingin buka seluas 100 ha dimulai dari satu klaster dulu. Kami akan bentuk kelompok baru yang nanti dinaungin dalam satu koperasi, kita harap ini bisa ubah wajah baru Muara gembong yang dulu dikenal daerah miskin, abarsi, kumuh. Kita komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini” ujar ikhsan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://industri.kontan.co.id">industri.kontan.co.id</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/">Pemerintah Akan Bantu Pengembangan Budidaya Tambak Udang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
