<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>budidaya udang &#8211; KINCIRAIR.ID</title>
	<atom:link href="https://kincirair.id/tag/budidaya-udang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kincirair.id</link>
	<description>Pusat Penjualan Sarana Produksi Tambak</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2020 08:31:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.13</generator>

<image>
	<url>https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/10/cropped-kincir-air-tambak-murah1-1-2-32x32.png</url>
	<title>budidaya udang &#8211; KINCIRAIR.ID</title>
	<link>https://kincirair.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia Jadi Produsen Budidaya Udang Terbesar di Dunia?</title>
		<link>https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/</link>
					<comments>https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kincirair]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 08:31:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya udang]]></category>
		<category><![CDATA[harga kincir air]]></category>
		<category><![CDATA[jual kincir air]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kincirair.id/?p=335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Guru Besar Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan IPB Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS mengatakan bisnis...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/">Indonesia Jadi Produsen Budidaya Udang Terbesar di Dunia?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Guru Besar Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan IPB Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS mengatakan bisnis udang saat ini makin menjanjikan. &#8220;Dalam tiga dekade terakhir ini, permintaan dan harga udang baik ekspor maupun domestik relatif stabil dan diperkirakan akan terus meningkat dimasa depan,&#8221; Kata Prof Rokhmin Dahuri pada saat acara Konsolidasi dan Akselerasi wwwwwwwwwwProduksi Industri Udang 2021-2025 Komenko Bidang Kemaritiman dan Investasi di Bogor, Senin 21 Desember 2020.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengatakan, dengan sekitar 99.000 km garis pantai, Indonesia memiliki potensi lahan tambak dan produksi budidaya udang terluas dan tersbesar di dunia (3 juta ha). Namun, hingga 2018 produksi budidaya udang di Indonesia hanya 907.998 atau 450.000 ton.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal, China dengan 14.500 garis pantai dan Vietnam dengan 3.444 km garis pantai masing-masing memproduksi 2 juta ton dan 775.000 ton. &#8220;Artinya peluang kita (Indonesia) menjadi produsen udang budidaya terbesar di dunia sangatlah besar,&#8221; ujar Prof Dr Ir Rokhmin Dahursi MS.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Peluang pengembangan lahan untuk kegiatan budidaya tambak udang di Indonesia masih sangat leluasa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga memaparkan, sejak tahun 1990-an, komoditas dan produk olahan udang, khususnya dari perikanan budidaya, merupakan penyumbang terbesar terhadap total nilai ekspor perikanan di Indonesia. &#8220;Periode 2015-2019, sebagian besar ekpor udang Indonesia ditujukan ke Amerika Serikat, disusul oleh negara Jepang dan Tiongkok,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Prof Rokhmin, budidaya udang menjadi solusi atas berbagai permasalahan. &#8220;Usaha budidaya udang sangat menguntungkan, dengan keuntungan bersih sekitar 20 juta hingga 40 juta. Ini merupakan solusi untuk mengatasi kemiskinan,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Budidaya udang sendiri membutuhkan banyak tenaga kerja, sekitar 1-4 orang on farm dan 4 orang off farm. &#8220;Ini jadi solusi atasi pengangguran,&#8221; kata Prof Rokhmin yang juga menjadi ketua Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Nusantara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>&#8220;Budidaya udang menciptakan nilai tambah dan ini solusi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini,&#8221; Serunya.</h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, dengan aplikasi inovasi IPTEKS dan manajemen secara tepat dan benar, pembangunan dan bisnis budidaya udang akan sustainable. &#8220;ini membantu transformasi struktur ekonomi nasional,&#8221; kata Prof Rokhmin yang juga koordinator Penasehat Menteri Kelautan Perikanan 2020-2024.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akan tetapi, ia mengumakakan, industri budidaya udang nasional masih menghadapi sejumlah permasalahan dan tantangan. &#8220;Baik yang sifatnya subsitem pra-produksi, subsistem produksi on-farm, subsistem processing dan marketing, atau kebijakan politik ekonomi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu contohnya, pada dasarnya pemerintah belum menganggap usaha budidaya tambak udang sebagai sektor unggulan. Sehinggi, dalam RTRW sering tergeser oleh sektor lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-337" src="https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/12/budidaya-tambak-udang-Indonesia-300x201.jpeg" alt="budidaya tambak udang Indonesia" width="300" height="201" srcset="https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/12/budidaya-tambak-udang-Indonesia-300x201.jpeg 300w, https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/12/budidaya-tambak-udang-Indonesia-600x402.jpeg 600w, https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/12/budidaya-tambak-udang-Indonesia.jpeg 610w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, sebagian besar usaha tambak di Indonesia bersifat tradisional dan berskala kecil, tidak memenuhi skala ekonomi, dan juga tidak menerapkan Best Aquaculture Practices. &#8220;Disamping itu, kemungkinan penurunan kualitas udang dari panen, keluar dari lokasi tambak, dibawa oleh supplier hingga sampai di pabrik pengelola udang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal lain yang juga sangat penting, menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu adalah kebijakan politik ekonomi yang kondusif. &#8220;<a href="https://kincirair.id/kontak/">Tambak udang</a> harus masuk sebagai sektor unggulan nasional dalam RTRW dan RZWP3K. Lalu permudah, percepat, dan permurah perizinan usaha. Juga, program kredit khusus dengan bunga 7 persen dan persyaratan relatif lunak. Tidak kalah pentingnya adalah penciptaan iklim investasi dan kemudahan berbisnis yang kondusif,&#8221; Ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu juga menjelaskan tentang Indonesia Aquaculture Incorporated sebagai jalan menuju Indonesia sebagai produsen dan pengekspor udang terbesar di dunia. &#8220;Indonesia Aquaculture Incorporated adalah etiap komponen dalam sistem usaha budidaya udang, harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya, sehingga menghasilkan output akuakulture yang berdaya saing tinggi (QCD) secara berkelanjutan. Selain itu juga, antar komponen sistem usaha budidaya udang harus solid, care dan share, strengthening to each other, dan bekerja sama secara sinergis,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <a href="https://republika.co.id/berita/qlptf7374/ri-bisa-jadi-produsen-udang-budidaya-terbesar-di-dunia">republika.co.id</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/">Indonesia Jadi Produsen Budidaya Udang Terbesar di Dunia?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budidaya Udang di Masa Pandemi Corona !</title>
		<link>https://kincirair.id/2020/11/30/budidaya-udang-di-masa-pandemi-corona/</link>
					<comments>https://kincirair.id/2020/11/30/budidaya-udang-di-masa-pandemi-corona/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kincirair]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 04:21:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya udang]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya udang tambak]]></category>
		<category><![CDATA[kincir air tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[petambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[udang tambak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kincirair.id/?p=300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementrian Kelautan dan Perikanan atau KKP mengatakan bahwa komoditas udang masih ditingkat tertinggi dalam permintaan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/11/30/budidaya-udang-di-masa-pandemi-corona/">Budidaya Udang di Masa Pandemi Corona !</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kementrian Kelautan dan Perikanan atau KKP mengatakan bahwa komoditas udang masih ditingkat tertinggi dalam permintaan global untuk sector kelautan dan perikanan di masa pandemi virus corona ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan bahwa meski di masa pandemi ini, permintaan udang secara global sangat tinggi hingga saat ini”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Slamet mengungkapkan bahwa udang adalah komoditas yang memberikan pangsa dominan terhadap devisa ekspor yakni sebesar 40% terhadap nilai keseluruhan ekspor produk perikanan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Slamet juga menilai bahwa <a href="https://tokokincirair.blogspot.com/">petambak udang</a> masih produktif melakukan proses produksinya di tengah wabah virus corona ini. Hal ini dilihat dari bisnis budidaya udang di Pantura Jawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di saat yang sama, menurut Slamet, dimasa pandemic corona ini dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor udang. Pasalnya, sejumlah negara pesain kita saat ini sedang menerapkan lockdown total.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saat pandemi ini berlangsung, kita berpotensi untuk memnuhi permintaan global, karena saat ini kita ketahui bersama sejumlah negara pesaing penghasil udang vaname terbesar dunia seperti India tengah lockdown” kata Slamet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam keterangan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga mengatakan bahwa sector perikanan budidaya akan menerima manfaat UU Cipta Kerja, khususnya dalam hal membuka peluang masuknya investasi di bidang akuakultur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Para pelaku tambak budidaya udang ataupun investor diharapkan tidak lagi merasa lagu untuk melanjutkan bisnis budidaya <a href="https://kincirair.id/kontak/">tambak udang</a> ini. Saat ini Pemerintah tengah memfasilitasi penyederhanaan berbagai jenis izin yang tidak diperlukan dan dinilai menghambat investasi masuk di usaha ini,” ujar Edhy.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu kemudahan berusaha juga didukung oleh lahirnya Sistem Informasi izin Layanan Cepat atau disingkat SIlat untuk perizinan kapal tangkap ukuran di atas 30 GT yang berlaku secara online pada akhir 2019, melalui SIlat, pengurusan izin dipangkas dari tadinya 14 hari menjadi satu jam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga 7 Oktober 2020, bedasarkan data dari KKP, Pendapatan Negara bukan Pajak dari ribuan izin yang dikeluarkan Silat nilainya mencapai sebesar Rp470 miliar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian perizinan kini juga berlaku di sector perikanan budidaya, Saat ini, prosesnya satu pintu di Badan Koordinasi penanaman Modal, sementara KKP bertindak sebagai pengawas bersama dengan pemerintah daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>sumber : cnnindonesia</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/11/30/budidaya-udang-di-masa-pandemi-corona/">Budidaya Udang di Masa Pandemi Corona !</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kincirair.id/2020/11/30/budidaya-udang-di-masa-pandemi-corona/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sebutan Penting Dalam Budidaya Tambak Udang</title>
		<link>https://kincirair.id/2020/11/16/mengenal-sebutan-penting-dalam-budidaya-tambak-udang/</link>
					<comments>https://kincirair.id/2020/11/16/mengenal-sebutan-penting-dalam-budidaya-tambak-udang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kincirair]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2020 04:46:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya udang]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya udang tambak]]></category>
		<category><![CDATA[kincir air]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas petambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[petambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[pompa tambak]]></category>
		<category><![CDATA[udang tambak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kincirair.id/?p=282</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah anda sorang petambak pemula? Jika iya pasti anda sering mendengar sebutan-sebutan yang terdengar asing...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/11/16/mengenal-sebutan-penting-dalam-budidaya-tambak-udang/">Mengenal Sebutan Penting Dalam Budidaya Tambak Udang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah anda sorang petambak pemula? Jika iya pasti anda sering mendengar sebutan-sebutan yang terdengar asing bagi anda. Sebutan ini biasanya dipakai untuk memberikan informasi terkait dengan perkembangan budidaya udang. Jika anda mengikuti sebuah komunitas udang atau group udang di sosial media, tentunya anda akan sering mendengar atau melihat beberapa sebutan atau istilah-istilah asing bagi anda. Hal ini nantinya akan membuat bingung anda jika dalam menemukan informasi budidaya tambak udang nantinya. Beberapa sebutan ini wajib anda pahami agar kedepannya anda tidak akan bingung jika mendengar sebutan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h5>Berikut ini sebutan yang sering dipakai oleh petambak udang.</h5>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>DOC &#8211; Day Of Culture</strong></p>
<p>Jika anda mengikuti komunitas udang pasti anda akan sering melihat tulisan atau mendengar kata DOC ini. DOC atau Day Of Cukture adalah jumlah hari dari budidaya udang yang dihitung dari tebar benur atau bibit. Misalnya, DOC 60 artinya sudah berjalan ke 60 hari dari hari pertama tebar benur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>FCR – Feed Conversion Ratio</strong></p>
<p>FCR singkatan dari Feed Conversion Ratio merupakan perbandingan antara jumlah pakan keseluruhan yang telah diberikan dengan biomassa atau berat udang yang dipanen. Misalnya : Pada tambak budidaya udang dihasilkan panen dengan total berat/biomassa sebesar 10 ton, sementara jumlah pakan yang telah diberikan adalah 15ton. Maka untuk menentukan Feed Conversion Ratio dengan rumus : 15 ton pakan udang dibagi 10 ton biomasa udang = FCR 1,5 semakin rendah nilai FCR dalam budidaya udang maka semakin bagus karena dapat mengefisiensikan penggunaan pakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>SR &#8211; Survival Rate</strong></p>
<p>SR mengindikasikan tingkat kehidupan udang pada satu periode tertentu. Untuk mendapatkan data SR ini dengan melihat perbandingan antara udang yang dipanen dengan jumlah udang atau benur yang ditebar saat awal. Misalnya jika jumlah udang yang ditebar berjumlah 100.000 ekor lalu setelah panen hanya dapat 95.000 ekor saja, maka rumusnya adalah 95.000/100.000 x 100% = 95% dan nilai SR adalah 95%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>ABW &#8211; Average Body Weight</strong></p>
<p>ABW atau Average Body Weight memiliki arti untuk menunjukan berat rata-rata udang dala satu petakan tambak pada kurun waktu satu periode tertentu. Data ABW ini didapat dengan melakukan pengambilan data biomassa secara berkala.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PL &#8211; Post Lava</strong></p>
<p>PL diartikan untuk menunjukkan umur udang yang umumnya dalam satuan hari. Hal ini penting untuk diketahui untuk mengukur kebutuhan pakan karena pertambahan umumr akan berbarengan dengan pertambahan kebutuhan pakan. Biasanya PL udang yang ditebar di tambak berkisaran antara PL 8 hingga PL 12.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tonase</strong></p>
<p>Tonase adalah total berat udang bedasarkan hasil panen dalam satuan kg atau ton. Umumnya, petambak melakukan panen hanya satu kali saja tetapi ada yang dilakukan hingga beberapa kali. Panen yang dilakukan pada kolam tambak dan hanya setengah atau beberapa saja yang diambil disebut dengan panen parsial. Panen parsial ini dilakukan agar mengurangi populasi dari udang didalam tambak sehingga sisa udang yang belum dipanen dapat berkembang dengan cepat dan besar. Tonase total adalah jumlah dari panen keseluruhan yang termasuk dari penan parsial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MBW &#8211; Mean Body Weight</strong></p>
<p>Mean Body Weight atau MBW merupakan berat rata-rata udang per ekor, satuannya adalah gram. Data MBW ini didapatkan dengan cara sampling dengan beberapa udang secara acak menggunakan jala dibeberapa tempat namun pada kolam yang sama. Udang yang diambil kemudian ditimbang, setelah hasil dari timbangan tersebut diketahui, udang tersebut dihitung berapa jumlahnya. MBW didapat dari hasil bagi berat timbangan udang dengan jumlah udangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Misalnya Jika mengukur data MBW dari hasil panen, Dapat diperoleh dengan cara sampling sejumlah udang secara random dari hasil panen. Langkah sama seperti diatas, ditimbang dan dihitung berapa jumlahnya. MBW panen diperoleh dengan cara yang sama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>MBW = berat udang atau jumlah udang yang sudah ditimbang</p>
<p>Contohnya : Berat udang 1000 gram (1kg) setelah dihitung jumlahnya 40 ekor, maka MBW 25 gram.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Size</strong></p>
<p>Siza merupakan jumlah udang per kg, rumus ini didapat dengan cara sebagai berikut :</p>
<p>Size = 1000 / MBW</p>
<p>Contohnya : Size = 1000/25 gram = 40 jadi sizenya adalah 40 atau biasanya juga disebut dengan kepala 4.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Populasi</strong></p>
<p>Populasi adalah jumlah udang yang hidup. Data ini didapat dengan rumus, Populasi = Tonase panen / MBW. Contohnya tonase semua udang 1.000.000, MBW 25 gram, maka populasinya 40.000 ekor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>ADG – Average Daily Gain</strong></p>
<p>ADG merupakan pertambahan berat hari dalam satu periode pertama dengan MBW pengambilan data kedua kemudian dibagikan dengan jumlah hari antara periode pengambilan data pertama dengan kedua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ADG = ‘MBW II (gram) – MBW I (gram) / T (hari)’.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Contohnya : Pengambilaln data I = 15 gram, Pengambilan data II = 20 gram dengan selisih hari = 10 hari. ADG = ‘2—15(gram) / 10 (hari)’= 0,5 gram/hari. Semakin tinggi ADG mengindikasikan semakin bagusnya pertumbuhan udang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Crumble dan Pellet</strong></p>
<p>Crumble atau Pelet adalah pakan udang yang berbeda ukuran. Crumble merupakan istilah yang menunjukan jenis pakan buatan yang berupa serbuk atau butiran halus, sedangkan pellet adalah jenis pakan buatan yang berukuran butiran dengan ukuran ukuran beragam dari kecil, sedang hingga besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Probiotik</strong></p>
<p>Probiotik adalah bakteri baik yang telah di seleksi yang mempunyai kemampuan untuk mencegah terjadinya gas beracun seperti Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) dan juga sebagai pengendali penyakit udang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada dasarnya istilah-istilah yang disebutkan diatas tadi wajib anda ketahui agar dapat mengerti jika ada konsul di group atau di pertemuan komunitas udang tambak. Biasanya istilah sebutan tersebut sering muncul di group facebook sehingga jika anda mencari atau masuk ke group facebook, anda akan sering melihat kata-kata atau istilah yang disebutkan diatas tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengelola atau budidaya udang tambak tidak hanya mengandalkan pengetahuan saja. Akan tetapi didukung dengan peralatan tambak seperti kincirair.id ini yang menyediakan berbagai alat sarana produksi tambak berukualtias dengan harga murah. Dengan menggunakan alat produksi tambak. Hasil panen yang didapat jauh lebih maksimal. Alat produksi tambak seperti kincir air dapat membantu sebagai aerator sehingga udang menjadi sehat dan tidak mudah terkena virus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://mitratanibudidayaindonesia.blogspot.com/">sumber :</a><a href="https://kincirair.id/kontak/"> http://mitratanibudidayaindonesia.blogspot.com/</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kincirair.id tersedia berbagai banyak alat produksi tambak :</strong></p>
<ul>
<li>Kincir air wangjia</li>
<li>Jetaerator</li>
<li>Sparepart Kincir</li>
<li>Pakan Udang</li>
<li>Pompa atau Blower</li>
<li>Dll</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Informasi mengenai alat produksi tambak bisa langsung menghubungi kami di chat online atau <a href="https://api.whatsapp.com/send?phone=6281219353080">WA : 0812 1935 3080</a></strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/11/16/mengenal-sebutan-penting-dalam-budidaya-tambak-udang/">Mengenal Sebutan Penting Dalam Budidaya Tambak Udang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kincirair.id/2020/11/16/mengenal-sebutan-penting-dalam-budidaya-tambak-udang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
