<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>budidaya tambak udang &#8211; KINCIRAIR.ID</title>
	<atom:link href="https://kincirair.id/tag/budidaya-tambak-udang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kincirair.id</link>
	<description>Pusat Penjualan Sarana Produksi Tambak</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2020 08:31:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.13</generator>

<image>
	<url>https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/10/cropped-kincir-air-tambak-murah1-1-2-32x32.png</url>
	<title>budidaya tambak udang &#8211; KINCIRAIR.ID</title>
	<link>https://kincirair.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia Jadi Produsen Budidaya Udang Terbesar di Dunia?</title>
		<link>https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/</link>
					<comments>https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kincirair]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 08:31:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya udang]]></category>
		<category><![CDATA[harga kincir air]]></category>
		<category><![CDATA[jual kincir air]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kincirair.id/?p=335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Guru Besar Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan IPB Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS mengatakan bisnis...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/">Indonesia Jadi Produsen Budidaya Udang Terbesar di Dunia?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Guru Besar Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan IPB Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS mengatakan bisnis udang saat ini makin menjanjikan. &#8220;Dalam tiga dekade terakhir ini, permintaan dan harga udang baik ekspor maupun domestik relatif stabil dan diperkirakan akan terus meningkat dimasa depan,&#8221; Kata Prof Rokhmin Dahuri pada saat acara Konsolidasi dan Akselerasi wwwwwwwwwwProduksi Industri Udang 2021-2025 Komenko Bidang Kemaritiman dan Investasi di Bogor, Senin 21 Desember 2020.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengatakan, dengan sekitar 99.000 km garis pantai, Indonesia memiliki potensi lahan tambak dan produksi budidaya udang terluas dan tersbesar di dunia (3 juta ha). Namun, hingga 2018 produksi budidaya udang di Indonesia hanya 907.998 atau 450.000 ton.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal, China dengan 14.500 garis pantai dan Vietnam dengan 3.444 km garis pantai masing-masing memproduksi 2 juta ton dan 775.000 ton. &#8220;Artinya peluang kita (Indonesia) menjadi produsen udang budidaya terbesar di dunia sangatlah besar,&#8221; ujar Prof Dr Ir Rokhmin Dahursi MS.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Peluang pengembangan lahan untuk kegiatan budidaya tambak udang di Indonesia masih sangat leluasa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga memaparkan, sejak tahun 1990-an, komoditas dan produk olahan udang, khususnya dari perikanan budidaya, merupakan penyumbang terbesar terhadap total nilai ekspor perikanan di Indonesia. &#8220;Periode 2015-2019, sebagian besar ekpor udang Indonesia ditujukan ke Amerika Serikat, disusul oleh negara Jepang dan Tiongkok,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Prof Rokhmin, budidaya udang menjadi solusi atas berbagai permasalahan. &#8220;Usaha budidaya udang sangat menguntungkan, dengan keuntungan bersih sekitar 20 juta hingga 40 juta. Ini merupakan solusi untuk mengatasi kemiskinan,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Budidaya udang sendiri membutuhkan banyak tenaga kerja, sekitar 1-4 orang on farm dan 4 orang off farm. &#8220;Ini jadi solusi atasi pengangguran,&#8221; kata Prof Rokhmin yang juga menjadi ketua Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Nusantara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>&#8220;Budidaya udang menciptakan nilai tambah dan ini solusi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini,&#8221; Serunya.</h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, dengan aplikasi inovasi IPTEKS dan manajemen secara tepat dan benar, pembangunan dan bisnis budidaya udang akan sustainable. &#8220;ini membantu transformasi struktur ekonomi nasional,&#8221; kata Prof Rokhmin yang juga koordinator Penasehat Menteri Kelautan Perikanan 2020-2024.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akan tetapi, ia mengumakakan, industri budidaya udang nasional masih menghadapi sejumlah permasalahan dan tantangan. &#8220;Baik yang sifatnya subsitem pra-produksi, subsistem produksi on-farm, subsistem processing dan marketing, atau kebijakan politik ekonomi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu contohnya, pada dasarnya pemerintah belum menganggap usaha budidaya tambak udang sebagai sektor unggulan. Sehinggi, dalam RTRW sering tergeser oleh sektor lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-337" src="https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/12/budidaya-tambak-udang-Indonesia-300x201.jpeg" alt="budidaya tambak udang Indonesia" width="300" height="201" srcset="https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/12/budidaya-tambak-udang-Indonesia-300x201.jpeg 300w, https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/12/budidaya-tambak-udang-Indonesia-600x402.jpeg 600w, https://kincirair.id/wp-content/uploads/2020/12/budidaya-tambak-udang-Indonesia.jpeg 610w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, sebagian besar usaha tambak di Indonesia bersifat tradisional dan berskala kecil, tidak memenuhi skala ekonomi, dan juga tidak menerapkan Best Aquaculture Practices. &#8220;Disamping itu, kemungkinan penurunan kualitas udang dari panen, keluar dari lokasi tambak, dibawa oleh supplier hingga sampai di pabrik pengelola udang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal lain yang juga sangat penting, menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu adalah kebijakan politik ekonomi yang kondusif. &#8220;<a href="https://kincirair.id/kontak/">Tambak udang</a> harus masuk sebagai sektor unggulan nasional dalam RTRW dan RZWP3K. Lalu permudah, percepat, dan permurah perizinan usaha. Juga, program kredit khusus dengan bunga 7 persen dan persyaratan relatif lunak. Tidak kalah pentingnya adalah penciptaan iklim investasi dan kemudahan berbisnis yang kondusif,&#8221; Ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu juga menjelaskan tentang Indonesia Aquaculture Incorporated sebagai jalan menuju Indonesia sebagai produsen dan pengekspor udang terbesar di dunia. &#8220;Indonesia Aquaculture Incorporated adalah etiap komponen dalam sistem usaha budidaya udang, harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya, sehingga menghasilkan output akuakulture yang berdaya saing tinggi (QCD) secara berkelanjutan. Selain itu juga, antar komponen sistem usaha budidaya udang harus solid, care dan share, strengthening to each other, dan bekerja sama secara sinergis,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <a href="https://republika.co.id/berita/qlptf7374/ri-bisa-jadi-produsen-udang-budidaya-terbesar-di-dunia">republika.co.id</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/">Indonesia Jadi Produsen Budidaya Udang Terbesar di Dunia?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kincirair.id/2020/12/29/budidaya-tambak-udang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Akan Bantu Pengembangan Budidaya Tambak Udang</title>
		<link>https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/</link>
					<comments>https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kincirair]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2020 08:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[kincir air tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang]]></category>
		<category><![CDATA[udang vaname]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kincirair.id/?p=292</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemenrintah yakin akan terus mendukung pengembangan usaha budidaya tambak udang vaname khususnya di daerah Muara...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/">Pemerintah Akan Bantu Pengembangan Budidaya Tambak Udang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemenrintah yakin akan terus mendukung pengembangan usaha budidaya <a href="https://kincirair.id/product-category/kincir-air/kincir-air-wangjia/">tambak udang</a> vaname khususnya di daerah Muara Gembong, Bekasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi para pengembang budidaya tambak udang di sana supaya dpat meningkatkan produktifitasnya dengan memberi pendampingan, dukungan pembiayaan, dan pengurusan perizinan serta peningkatan kapasitas SDM.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun untuk mendapatkan dukungan dan berbagai macam fasilitas alat produksi tambak seperti kincir air serta pembiayaan, para petani harus tergabung dalam lembaga koperasi. Pasalnya jika petani masih mengandalkan permbudidayaan tambak udang sendiri, hasil yang didapat tidak pernah mencapai skala industri. Dari sisi pemasaran mereka juga dipastikan akan jauh lebih sulit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita nggak bisa lagi jalankan usaha itu sendirian atau perorangan, kita harus bergabung bangun lembaga dalam bentuk koperasi agar kita mudah mendapatkan pembiayaan, market yang mudah. Tapi kalau produksi sendiri dalam jumlah kecil dan kualitas yang tidak stabil itu akan mempersulit diri,” tutur Teten dalam siaran pers, pada Selasa 17 November 2020.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teten menjelaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia adalah di sektor maritim termasuk budidaya sektor perikanan. Menurut data Food Agriculture Organization (FAO) sekitar 52% konsumsi produk perikanan di dunia berasal dari sektor budidaya. Dengan merujuk data tersebut, maka potensi bisnis di sektor budidaya perikanan dan budidaya udang kian menjanjikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami, siap untuk garap di sisi dihilirnya melalui penguatan kelembagaannya (koperasi) dan usahanya. Kami siap untuk mencarikan offtakernya, bisa BUMN bisa juga swasta,” kata Teten.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhi Prabowo, menyatakan bahwa pemerintah pusat siap memberikan dukungan pada Pokdakan Mina Mekar Sejahtera dengan memberikan bantuan awal berupa 3 unit eskavator untuk proses perluasan lahan tambak udang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak hanya itu, pihaknya siap memberikan dukungan pembiayaan awal sebesar Rp 10 miliar untuk biaya alat produksi budidaya tambak udang seperti kincir air, dan pakan udang. Jika nantinya Pokdakan Mina Mekar Sejahtera masih membutuhkan pembiayaan murah bisa mengajukannya ke Kemenkop UKM melalui BLU di bawah kewenangannya yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita tahun depan akan bawa 3 unit eksavator untuk keperasi ini, makanya segera bentuk koperasinya. Untuk masalah lahan menteri kehutanan udah oke. Lalu dair sisi modal kita siap berikan Rp 10 miliar dulu lewat BLU (Badan Pelayanan Umum) di KKP dengan bunga 3%, baru nanti kita lihat dulu seperti apa nanti pekembangannya,” ungkap Edhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menjamin agar pengembangan usaha budidaya udang vaname tersebut berjalan sesuai harapan, kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder terkait termasuk KemnkopUKM. Diingatkan pula, agar para petambak udang tetap memperhatikan lingkungan, seperti mengembalikan fungsi dari hutan mangrove dengan pemanfaatan lahan untuk tambak 60% dan tanaman mangrove 40% dari total 100 ha yang akan dimanfaatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami harap ini bisa dimanfaatkan untuk tambak udang dan mengembalikan fungsi dari hutan mangrove. Kami minta juga agar ada fasilitas IPAL sebelum airnya dikembalikan ke laut,” ucap Edhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu Ketua Pokdakan Mina Mekar Sejahtera, M. Ihsan, berharap komitmen pemerintah baik di tingkat daerah atau pusat benar-benar bisa direalisasikan. Pasalnya dalam rencana jangka pendek menengah pihaknya akan memperluas lahan produksi tambaknya hingga 100 ha atau menjadi 39 tambak dari yang ada saat ini sebanyak enam kolam tambak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami ingin buka seluas 100 ha dimulai dari satu klaster dulu. Kami akan bentuk kelompok baru yang nanti dinaungin dalam satu koperasi, kita harap ini bisa ubah wajah baru Muara gembong yang dulu dikenal daerah miskin, abarsi, kumuh. Kita komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini” ujar ikhsan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://industri.kontan.co.id">industri.kontan.co.id</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/">Pemerintah Akan Bantu Pengembangan Budidaya Tambak Udang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://kincirair.id">KINCIRAIR.ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kincirair.id/2020/11/20/pemerintah-akan-bantu-pengembangan-budidaya-tambak-udang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
